Showing posts with label SAINS. Show all posts
Showing posts with label SAINS. Show all posts

Saturday, 7 September 2019

Gletser di Arktik Utara Meleleh, 5 Pulau yang Tersembunyi Tiba-Tiba Muncul

Pulau Tersembunyi di Arktik Utara

Gletser di Arktik Utara Meleleh, 5 Pulau yang Tersembunyi Tiba-Tiba Muncul

Gletser di Arktik Utara Meleleh, 5 Pulau yang Tersembunyi Tiba-Tiba Muncul


Hidrograf di Northern Fleet (Angkatan Laut Rusia yang ditempatkan di Samudera Arktik) mengonfirmasi kemunculan lima pulau baru yang diduga sebagai akibat dari melelehnya gletser di Kutub Utara.

Tim ekspedisi menemukan kelima nusa tersebut saat mereka sedang melakukan perjalanan ke Franz Josef Land Archipelago, demikian seperti diberitakan oleh kantor berita Rusia, TASS, pada Selasa (3/9/2019).

"Pulau-pulau itu punya luas antara 900 dan 54.500 meter persegi," kata layanan pers Northern Fleet.

Para ahli di AL Rusia menggunakan data penginderaan jauh Bumi. Antara 2015 dan 2018, mereka juga membenarkan keberadaan lebih dari 30 pulau baru, tanjung dan teluk di Arktik. Namun, titik persisnya masih misteri.

Berkenaan dengan lima pulau baru, AL Rusia memeriksa ulang informasi yang diperoleh melalui survei topografi, lalu ditambahkan ke peta dan material navigasi serta instruksi. Selain itu, spesialis AL Rusia juga membuat gambar topografi dan deskripsi pulau-pulau baru.

Ekspedisi Arktik

Penjelajahan yang dilakukan Northern Fleet --yang diselenggarakan bersama Russian Geographical Society's Center on Northern Fleet, para penelitinya dan media setempat-- dimulai pada 15 Agustus menggunakan kapal penyelamatan bernama Altai.

Para peserta yang bergabung dalam proyek ini mengikuti rute pelayaran Julius von Payer pada 1874, Frederick Jackson pada 1897, Evelyn Baldwin, Georgy Brusilov, dan lainnya.

Mereka telah melakukan studi ilmiah dan lingkungan, juga mengeksplorasi infrastruktur militer Soviet dan jejak ekspedisi pada abad lalu, demikian menurut laporan TASS.

Para kru kini sudah berlayar sekitar 2.000 mil melintasi Laut Barents dan Laut Kara, melakukan riset di Pulau Pakhtusov, Vise, dan Blagopoluchiye Bays.

Mereka memeriksa reruntuhan stasiun cuaca yang pernah 'hidup' di sana, yang dihancurkan pada tahun 1943 oleh kapal selam Jerman U-711.

Selain itu, ekspedisi ni pun menyusuri garis pantai selatan Pulau Hooker dan melakukan beberapa pengamatan gletser. Kapal Altai mengikuti rute kapal uap Sedov, yang pernah (dahulu) terlibat dalam penjelajahan Uni Soviet ke Franz Josef Land pada tahun 1929.

Riwayat Pulau Baru

NASA Temukan Foto Lingkaran Misterius di Laut Arktik, Portal ke Demensi Lain?

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan mengatakan, pulau-pulau itu pertama kali ditemukan pada tahun 2016 oleh insinyur Marina Migunova.

Ketika itu, Migunova sedang mengerjakan kapal hidrografi Wazir untuk pasukan Northern Fleet, sebagai bagian dari ekspedisi ke kepulauan Franz Josef Land di Samudera Arktik.

Kawasan tersebut adalah wilayah terpencil di mana militer Rusia memiliki pangkalan Angkatan Laut. Para peneliti dan AL Rusia telah mempelajari daerah itu selama beberapa tahun, melihat perubahan garis pantai dari Pulau Franz Josef dan Kepulauan Novaya Zemlya.

Nusa-nusa baru tersebut berada di Vise Bay di pantai Kara Novaya Zemlya. Migunova pertama kali menemukan pulau-pulau itu dengan menganalisis citra satelit.

"Survei topografi dilakukan di pulau-pulau baru, yang dijabarkan secara rinci dan difoto," tulis pernyataan itu, seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (3/9/2019).

Pulau-pulau itu muncul dari bawah gletser dekat lapisan es Nansen, sebuah hamparan beku yang membentang sekitar 30 mil x 10 mil.

Mengomentari penemuan itu, ahli kelautan Tom Rippeth, dari Bangor University (Inggris), menuturkan kepada Newsweek: "Penemuan pulau-pulau ketika gletser Nansen mencair bukanlah hal yang mengejutkan, karena gletser hanyalah sungai es yang mengangkut salju dan es yang dipadatkan dari dataran yang lebih tinggi menuju ke laut, saat iklim menghangat."

"Gletser menyusut dan mengekspos tanah di bawahnya. Ini adalah gejala lain dari pemanasan global yang dialami di Kutub Utara, yang suhu rata-ratanya sekarang menghangat sekitar 5 hingga 6 Celcius," lanjutnya.

Ia menambahkan lagi: "Pemanasan terhadap laut juga kemungkinan menjadi pengaruh penting pada kasus ini, karena wilayah tersebut dipengaruhi oleh air dari Atlantik, yang mengalir ke Kutub Utara dan ke utara Norwegia, juga Svalbard. Inilah kontributor utama bagi melelehnya es laut di kawasan tersebut."

Disebabkan Perubahan Iklim

Putin Kunjungi Wilayah Arktik Kutub Utara

Para ilmuwan memperkirakan lebih banyak gletser mencair begitu Bumi menghangat. Pada Januari tahun ini, para peneliti mengumumkan banyak gletser yang mencair di Kutub Utara wilayah Kanada, mengekspos tanah yang tidak terlihat selama 40.000 tahun.

"Arktik saat ini memanas dua hingga tiga kali lebih cepat daripada bagian dunia lain. Gletser dan lapisan es lainnya akan bereaksi lebih cepat," ungkap Simon Pendleton, penulis utama studi yang dipublikasikan di Nature Communications.

Di satu sisi, Rusia kini telah memperluas personel militernya di Kutub Utara dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah artikel yang dimuat di Financial Times, yang diterbitkan pada April, mencatat bahwa perubahan iklim menyebabkan banyak jalur pelayaran dibuka di laut yang dulu beku.

Selain itu, Negeri Beruang Merah juga dikabarkan jor-joran dalam menggelontorkan anggaran negara untuk meningkatkan dan membangun pangkalan militer di pulau-pulau di Arktik, demi mengontrol perjalanan yang dilakukan melintasi perairan ini.

Thursday, 5 September 2019

6 Hal Mengerikan yang Bisa Terjadi Jika Daratan dan Lautan di Bumi Tukar Posisi

Ilustrasi Bumi

6 Hal Mengerikan yang Bisa Terjadi Jika Daratan dan Lautan di Bumi Tukar Posisi

6 Hal Mengerikan yang Bisa Terjadi Jika Daratan dan Lautan di Bumi Tukar Posisi


Ketika di sekolah dan belajar tentang fisika, kita diberitahu guru bahwa Bumi sebagian besar ditutupi oleh lautan sebanyak 71%, sedangkan daratan yang kita tinggali (termasuk benua, pulau, dan kepulauan) hanya menyisakan 29%.

Namun, pernahkan terbesit di benak Anda: "apa yang terjadi di muka Bumi jika daratan dan lautan saling bertukar posisi? Ilmuwan mengatakan, kemungkinan besar suhu planet ini akan naik secara drastis dan meningkatkan populasi karnivora.

Lalu, dengan demikian, apakah manusia dapat bertahan hidup dalam kondisi alam seperti itu? Jawabannya mungkin dapat ditemukan dalam ulsaan berikut, seperti dikutip dari Bright Side, Rabu (4/9/2019), tentang 6 hal mengerikan yang bisa terjadi di Bumi andai saja daratan dan lautan bertukar posisi.

1. Suhu Bumi Naik Drastis

Air menyerap banyak panas, tanpa menunjukkan kenaikan suhu yang signifikan. Atas dasar kemampuan inilah, keberadaan sejumlah besar air di lautan membantu menjaga Bumi tetap dingin.

Selain itu, penguapan air dari lautan dan sungai membantu Bumi dalam mengatur suhunya. Jika lautan dan daratan bertukar posisi, maka suhu Bumi akan naik dengan sangat cepat dan jadi lebih panas. Bahkan, sebagian besar daratan akan menjadi kering dan tandus.

2. Oksigen Berkurang

Tumbuhan laut memasok sekitar 70% oksigen yang ada di atmosfer Bumi. Tanpa lautan, banyak tanaman air yang akan lenyap dengan cepat, yang pada gilirannya akan menyebabkan lebih sedikit oksigen di atmosfer.

Lautan juga bertindak sebagai penyerap karbon dioksida yang kita lepaskan ke atmosfer. Jadi, jika ada persentase air yang lebih kecil, oksigen di satu sisi akan berkurang dan di sisi lain, karbon dioksida akan meningkat di atmosfer.

Lantaran karbon dioksida adalah penyebab terjadinya efek rumah kaca, maka gas ini juga bisa menghasilkan pemanasan global yang drastis.

3. Fauna di Bumi Berubah

Pertukaran posisi antara lautan dan daratan akan berdampak pada bentuk kehidupan di Bumi. Suhu akan naik secara drastis, jumlah oksigen di atmosfer akan menurun, dan karbon dioksida akan meningkat.

Semua ini membuat hidup manusia di planet ini menjadi sulit. Agar hewan dan tumbuhan dapat berkembang, mereka harus berevolusi agar dapat bertahan hidup dan berkembang.

Karena kurangnya ketersediaan tumbuhan, tingkat kepunahan akan lebih cepat, sebab herbivora menghadapi beban yang lebih berat ketimbang karnivora.

Selain itu, kondisi cuaca juga akan membuat hewan berdarah dingin lebih berhasil bertahan hidup daripada yang berdarah panas, termasuk manusia.

4. Transportasi Darat Lebih Gampang

Dengan petak tanah yang luas, yang mampu terhubung tanpa gangguan yang disebabkan oleh genangan air, transportasi darat akan menjadi lebih mudah.

Apabila daratan dan lautan bertukar posisi, moda transportasi laut akan sangat terpuruk. Negara-negara yang bergantung pada ekspor produklaut akan menderita.

5. Berubahnya Peradaban Manusia dan Ekonomi

Air adalah sumber kehidupan. Ketika air menjadi langka, negara-negara di dunia ini akan berusaha untuk mengendalikan air sebanyak yang mereka bisa.

Eksplorasi yang mereka lakukan bisa meningkat menjadi perang besar-besaran. Ekonomi negara yang bergantung pada kehidupan laut, pun akan terpengaruh.

Sedangkan perekonomian yang tidak bergantung pada kehidupan laut, mungkin menganggapnya sebagai satu-satunya sumber kelangsungan hidup.

6. Everest Tak Lagi Jadi Puncak Gunung Tertinggi di Dunia

Meskipun kita semua tahu bahwa Gunung Everest (8.840 mdpl) merupakan puncak tertinggi di dunia, tetapi pada kenyataannya, itu adalah puncak tertinggi di atas permukaan laut.

Mauna Kea, yang berdiri di ketinggian 10.000 mdpl, adalah gunung yang akan menggantikan Everest jika semua gunung di Bumi tenggelam.

Wednesday, 4 September 2019

Terlalu Banyak Makan Kentang dan Keripik, Remaja Inggris Ini 'Buta'

Kebiasaan yang bisa menurunkan IQ

Terlalu Banyak Makan Kentang dan Keripik, Remaja Inggris Ini 'Buta'

Terlalu Banyak Makan Kentang dan Keripik, Remaja Inggris Ini 'Buta'


Para ahli kembali memperingatkan tentang bahaya makanan junk food atau 'makanan bernturisi rendah/tak seimbang serta tinggi lemak, minyak, dan kolesterol', setelah seorang anak berusia 17 tahun mengalami kehilangan penglihatan yang tidak dapat diperbaiki akibat terlalu banyak mengonsumsi jenis panganan itu.

Dokter mata di Bristol, Inggris merawat pria muda itu setelah penglihatannya memburuk hingga masuk dalam kategori kebutaan menurut sejumlah klasifikasi, demikian seperti dikutip dari BBC, Selasa (3/9/2019).

Sejak sekolah dasar, remaja itu hanya makan kentang goreng, keripik kentang, dan roti putih. Serta sesekali daging ham atau sosis.

Tes mengungkapkan dia mengalami kekurangan vitamin yang parah dan kerusakan gizi buruk akibat terlalu sering makan junk food.

Remaja itu telah bolak-balik ke dokter sejak usia 14 tahun karena selalu merasa lelah dan tidak sehat.

Pada saat itu dia didiagnosis kekurangan vitamin B12 dan diminta menggunakan suplemen, tetapi dia tidak telaten mengonsumsi obat atau memperbaiki pola makannya yang buruk.

Tiga tahun kemudian, ia dibawa ke Rumah Sakit Mata Bristol karena kehilangan penglihatan progresif, jurnal Annals of Internal Medicine melaporkan dalam laporan riset dengan mengambil subjek penelitian remaja itu.

Dr Denize Atan, yang merawatnya di rumah sakit, mengatakan: "Makanan yang dikonsumsinya pada dasarnya sebagian besar kentang goreng. Dia juga bisa mengemil keripik kentang, roti putih, irisan ham, dan sosis."

"Tapi tidak pernah makan buah dan sayur."

Dokter itu mengatakan bahwa pasiennya memiliki gangguan pola makan (eating disorder), yang membuatnya "pilih-pilih serta enggan pada tekstur makanan tertentu yang benar-benar tidak bisa ia tolerir."

"Kentang goreng dan keripik adalah satu-satunya jenis makanan yang membuatnya berselera."

Dr Atan dan rekan-rekannya memeriksa kembali kadar vitamin pemuda itu dan mendapati bahwa ia rendah dalam B12 serta beberapa vitamin dan mineral penting lainnya --seperti zat besi, zinc, selenium dan vitamin D-- akibat pola konsumsi junk food yang berlebihan.

Tidak Obesitas

20150730-Bahaya, Jangan Makan 6 Makanan Ini Sebelum Tidur!-Junk Food

Pasien dari Bristol itu tidak kelebihan berat badan atau kurang, tetapi kekurangan gizi parah dari gangguan makanannya. Akibatnya, asupan gizi untuk tubuhnya sangat kurang.

"Dia telah kehilangan mineral dari tulangnya, yang benar-benar sangat mengejutkan untuk anak laki-laki seusianya."

Dia diberikan suplemen vitamin dan dirujuk ke ahli diet dan tim kesehatan mental spesialis.

Dalam hal kehilangan penglihatannya, ia memenuhi klasifikasi sebagai orang buta.

"Dia memiliki bintik-bintik buta tepat di tengah penglihatannya," kata Dr Atan.

"Itu berarti dia tidak bisa mengemudi dan akan merasa sangat sulit untuk membaca, menonton TV atau melihat wajah-wajah secara jelas."

Namun, pemuda itu tetap bisa berjalan sedia kala, "karena masih ada penglihatan tepi-nya."

Kerusakan Mata Permanen

Junk food

Neuropati optik akibat pola gizi --kondisi medis yang dimiliki pemuda Bristol itu-- dapat diobati jika didiagnosis dini. Namun, karena terlalu lama dibiarkan, serabut saraf di saraf optiknya telah mati dan kerusakannya menjadi permanen.

Dr Atan mengatakan, kasus-kasus seperti itu untungnya tidak umum, tetapi orang tua harus waspada terhadap potensi bahaya yang dapat disebabkan oleh makan pilih-pilih, dan segera mencari bantuan ahli jika itu terjadi.

"Sebaiknya jangan cemas soal pilih-pilih makanan, dan sebaliknya dengan tenang memperkenalkan satu atau dua makanan baru setiap kali makan," ujar dokter itu.

Dia mengatakan tablet multivitamin dapat melengkapi diet, tetapi bukan pengganti makanan sehat bergizi seimbang.

"Jauh lebih baik mengonsumsi vitamin melalui makanan yang bervariasi dan seimbang," katanya, seraya menambahkan bahwa terlalu banyak vitamin tertentu, termasuk vitamin A, bisa beracun, "jadi Anda tidak ingin berlebihan."

Dr Atan mengatakan bahwa pengadopsi pola makan vegan (murni non-hewani) juga berisiko lebih tinggi mengalami masalah penglihatan terkait kekurangan B12 jika mereka tidak segera mensubtitusi kekurangan nutrisi dari keengganan untuk mengonsumsi daging.

"Ragi gizi adalah cara menambahkan B12 ke dalam diet Anda," katanya.

Sumber vitamin B12 untuk vegan termasuk:

Sereal sarapan yang diperkaya dengan B12
Minuman kedelai tanpa pemanis yang diperkaya dengan vitamin B12
Ekstrak ragi, seperti Marmite, yang diperkaya dengan vitamin B12
Sementara itu, Rebecca McManamon, konsultan ahli gizi dan juru bicara untuk British Dietetic Association, mengatakan diet terbatas mungkin terjadi karena berbagai alasan, termasuk gangguan makan, alergi dan autisme, dan memerlukan penilaian spesialis.

"Juga patut dicatat bahwa sejak 2016 pemerintah Inggris telah merekomendasikan suplemen Vitamin D harian (10 mikrogram / 400 Unit Internasional) untuk semua orang antara Oktober dan Maret karena kita tidak mungkin mendapatkan cukup dari makanan biasa."

"Suplemen multivitamin direkomendasikan untuk semua anak hingga ulang tahun kelima mereka."

Tuesday, 3 September 2019

Tak Menghantam, Sepasang Asteroid Ini Hanya Lintasi Bumi pada 14 September

Asteroid

Tak Menghantam, Sepasang Asteroid Ini Hanya Lintasi Bumi pada 14 September

Tak Menghantam, Sepasang Asteroid Ini Hanya Lintasi Bumi pada 14 September


Sepasang asteroid melintasi Bumi di sepanjang orbitnya mengelilingi Matahari pada 28 Agustus 2019. Kini, NASA tengah mengamati sepasang asteroid lainnya yang akan mendekati Bumi dalam periode 24 jam pada 14 September 2019.

Asteroid itu bernama 2000 QW7 dan 2010 CO1 yang diklasifikasikan sebagai Objek Dekat-Bumi (near earth object atau NEO) oleh Pusat Studi Objek Dekat-Bumi NASA (CNEOS).

2000 QW7 akan menjadi yang pertama melewati Bumi pada 14 September. Asteroid ini pertama kali terdeteksi pada 26 Agustus 2000 dan diperkirakan memiliki lebar 650 meter dan tinggi 290 meter yang tidak jauh dari ketinggian Menara Shanghai.

Sementara di jalurnya di sekitar Bumi dan Matahari, kemunculan terdekatnya adalah 0,035428 unit astronomi (AU). Seperti dikutip dari Mashable, Senin (2/9/2019), asteroid itu diperkirakan kembali di sekitar Bumi pada 19 Oktober 2038 dan melewati Bumi setiap 6.956 hari atau 19,04 tahun.

Asteroid ini diklasifikasikan NASA sebagai asteroid Armor karena merupakan Asteroid Dekat Bumi dengan perihelion orbital yang hampir sama tetapi sedikit lebih besar dari aphelion orbital Bumi. Asteroid ini akan berpapasan dengan jalur orbit Mars di sekitar Matahari.

Sedangkan 2010 CO1 akan menjadi asteroid kedua yang terbang melintasi Bumi pada 14 September. Asteroid ini terdeteksi para astronom pada 31 Januari 2010.

Lebarnya 260 meter dan panjang 120 meter dan melintas dengan kecepatan sekitar 51.696 km/jam. Asteroid ini telah diklasifikasikan NASA sebagai Asteroid Apollo, karena merupakan Asteroid Dekat-Bumi dengan orbit yang sangat lebar dengan jarak perihelion kurang dari 1,017 AU, dan sumbu semi-mayor lebih besar dari 1 AU.

Asteroid Hantam Bumi 9 September?

Asteroid yang Dekat Bumi

Sebuah asteroid diprediksi menghantam Bumi pada 9 September 2019. Namun, temuan terbaru para astronom mengungkap, asteroid itu sama sekali tidak sedang menuju Bumi.

Para astronom mengaku tidak dapat menemukan tempat yang diperkirakan terjadinya tabrakan asteroid dengan Bumi. Mereka pun memberikan status asteroid itu menjadi 'Tak Terdeteksi'.

Asteroid itu, bernama 2006 QV89 yang ditemukan pada 29 Agustus 2006 oleh Catalina Sky Survey dekat Tucson, Arizona. Ukuran asteroid ini hanya berdiameter 40 meter, jauh lebih kecil dari asteroid yang membunuh dinosaurus pada 66 juta tahun silam yang memiliki ukuran diameter 10 kilometer.

European Southern Observatory (ESO) menyatakan, setelah penemuannya pada 2006, asteroidini sempat teramati selama 10 hari sebelum akhirnya menghilang dari pandangan para astronom.

Untuk mengonfirmasi apakah asteroid itu kini masih menuju tumbukan dengan Bumi, para astronom di Badan Antariksa Eropa (ESA) dan ESO mengambil pendekatan yang berbeda. Alih-alih mencoba mengamati asteroid itu sendiri, para astronom mengamati di mana ia seharusnya berada, padahal sebenarnya, ia sedang menuju Bumi.

Dengan menggunakan teleskop sangat besar milik ESO (VLT), mereka menangkap gambar yang dalam dari area di mana ia berada jika berada pada jalur tabrakan dengan Bumi, kata pejabat ESO dalam pernyataan itu.

Berdasarkan pengamatan daerah itu pada 4-5 Juli, para astronom tidak dapat menemukan asteroid tersebut dan menyimpulkan tidak akan berdampak pada Bumi.

Monday, 2 September 2019

Temuan Fosil di Ethiopia Ini Menantang Teori Evolusi Manusia dari Kera?

Penemuan tengkorak (BBC)

Temuan Fosil di Ethiopia Ini Menantang Teori Evolusi Manusia dari Kera?

Temuan Fosil di Ethiopia Ini Menantang Teori Evolusi Manusia dari Kera?


Sebuah analisis spesies baru telah ditemukan di Ethiopia oleh Prof Yohannes Haile-Selassie di sebuah tempat bernama Miro Dora. Tengkorak ini menantang gagasan tentang bagaimana manusia pertama berevolusi dari leluhur mirip kera.

Pandangan saat ini bahwa seekor kera bernama Lucy adalah salah satu spesies yang memunculkan manusia purba pertama yang mungkin harus dipertimbangkan kembali. Penelitian ini telah dilaporkan pada journal Nature.

Seorang ilmuwan yang berafiliasi di Cleveland Museum of Natural History di Ohio, AS mengatakan, ia segera mengakui pentingnya tengkorak atau fosil.

"Saya berpikir pada diri sendiri, 'Apakah saya melihat apa yang saya pikir?'. Tiba-tiba saya melompat-lompat dan saat itulah saya menyadari bahwa inilah yang saya impikan," ungkapnya kepada BBC, dikutip pada Minggu (31/8/2019).

Prof Haile-Selassie mengatakan, spesies itu adalah contoh terbaik dari leluhur manusia mirip kera yang disebut Australopithecus anamensis, tertua yang diketahui jenisnya. Diperkirakan telah ada pada 4,2 juta tahun yang lalu.

A. anamensis disebut juga sebagai spesies yang lebih maju dengan sebutan Austalopithecis afarensis.

Telah diteliti oleh peneliti, itu sebagai nenek moyang atau leluhur langsung dari manusia purba pertama yang dikenal sebagai Homo --yang termasuk semua manusia yang hidup hari ini.

Memiliki Sebutan Baru

Penemuan tengkorak (BBC)

Penemuan pertama dari afarensis ada pada 1974 yang saat itu menjadi sensasi --kemudian dinamakan Lucy-- oleh penemunya karena saat penggalian, lagu Lucy in the Sky With Diamonds sedang diputar.

Dipuji sebagai 'kera pertama yang berjalan', Lucy menarik perhatian publik. Kemudian, Prof Fred Spoor dari Natural History Museum di London mengatakan bahwa ini akan menjadi ikon evolusi manusia yang terkenal.

Meskipun, penemuan terakhir ini tidak menyangkal kelompok Homo itu memang membawa spesies lain yang baru saja disebutkan ke dalam perselisihan. Prof Haile-Selassie setuju bahwa 'semua taruhan sudah dimatikan' untuk spesies mana yang merupakan leluhur langsung manusia.

Alasan kemungkinan peningkatan status ini adalah karena dapat dikatakan anamensis dan afarensis sebenarnya tumpang tindih dalam waktu. Pertama, tidak berevolusi secara langsung ke yang terakhir secara linear, seperti yang diduga sebelumnya.

Jelas sekarang kedua spesies itu harus hidup berdampingan setidaknya selama 100.000 tahun.

Prof Haile-Selassie mengatakan, "Untuk waktu yang lama, afarensis dianggap kandidat terbaik sebagai leluhur untuk jenis kita, tetapi kita tidak dalam posisi itu lagi. Sekarang kita dapat melihat kembali semua spesies yang mungkin ada pada saat itu dan memeriksa yang mana mungkin paling seperti manusia pertama," katanya.

5 Planet Mirip Bumi Ini Berpotensi Layak Huni bagi Manusia

[Bintang] NASA

5 Planet Mirip Bumi Ini Berpotensi Layak Huni bagi Manusia

5 Planet Mirip Bumi Ini Berpotensi Layak Huni bagi Manusia


Melakukan perjalanan dan memiliki peluang untuk menetap ke luar angkasa selalu menjadi hal menarik untuk orang-orang. Tetapi terlepas dari semua teleskop dan observatorium manusia yang hebat, mereka belum menemukan planet lain yang bisa kita sebut rumah selain Bumi.

Namun, banyak penelitian luar angkasa yang menemukan beberapa planet mirip dengan Bumi, baik dalam bentuk, maupun kandungan yang ada dalam planet tersebut.

Para peneliti di Penn State University mengatakan, sejatinya, banyak planet-planet yang hangat dan berair seperti Bumi di Galaksi Bimasakti. Dengan menggunakan data dari teleskop Kepler NASA.

Dikutip dari Brightside.me, Sabtu (31/8/2019) berikut deretan 5 planet yang mirip bahkan layak huni seperti Bumi.

1. Planet 'Teegarden' B dan C

Planet

Kedua planet itu mengorbit sebuah bintang, mirip Bumi pada Matahari. Bintang itu berjarak 12,5 tahun cahaya dari Bumi. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun, atau kira-kira 10 triliun kilometer.

Peneliti mengatakan kedua planet itu sangat mirip dengan Bumi dan planet tetangga kita.

"Kedua planet itu menyerupai planet bagian dalam Tata Surya kita," kata penulis utama, Mathias Zechmeister, seorang peneliti di Institute for Astrophysics di University of Göttingen di Jerman, dalam sebuah pernyataan.

2. Planet 'Proxima Centauri' B

Ilustrasi planet ekstrasurya LHS 3844b, yang mungkin memiliki permukaan berbatu mirip dengan bulan Bumi. (NASA / JPL-Caltech / R. Hurt (IPAC))

Proxima b adalah sebuah planet luar angkasa yang bisa menjadi tempat kehidupan selain Bumi. Berjarak sejauh 4 tahun cahaya, planet itu mengitari bintangnya sendiri.

Sama seperti Bumi, Proxima b terletak di lokasi yang disebut zona layak huni. Di situ terdapat kondisi tepat untuk cairan, yang merupakan prasyarat penting bagi kehidupan. Teleskop generasi mendatang akan memeriksa atmosfer yang jauh untuk tanda-tanda kehidupan di Proxima b.

3. Planet 'Trappist' 1-E dan 1-D

Ilustrasi planet yang ditemukan Kepler: Kepler-22b, Kepler-69c, Kepler-452b, Kepler-62f, Kepler-186f, dan akhirnya Bumi

Kedua planet ini berukuran sama dengan Bumi, dan terletak sekitar 40 tahun cahaya dari rumah kita. Menurut Katalog Habitabilitas Planetary, Trappist 1-E adalah planet ekstrasurya ketiga yang paling berpotensi dihuni yang 95 persen mirip dengan Bumi.

1-D juga diyakini layak huni karena, planet ini memiliki suhu yang sangat mirip dengan bumi dan bahkan mungkin memiliki atmosfer, lautan, dan / atau lapisan es. Para ilmuwan menganggap planet ini 89 persen mirip dengan Bumi.

4. Planet 'Kepler' 438-B dan 442-B

Ilustrasi planet alien Kepler-186f yang diyakini sebagai kembaran Bumi (NASA Ames/SETI Institute/JPL-Caltech)

Para ilmuwan berspekulasi bahwa air cair mungkin ada di permukaan planet ini. Tetapi beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa planet ini menerima radiasi kuat dari bintangnya setiap 100 hari yang mungkin membuat planet ini tidak dapat dihuni.

Saat ini, planet ini dianggap 88 persen mirip Bumi. Sedangkan untuk Kepler 442-B memiliki kemiripan 84 persen dengan rumah kita.

5. Planet 'Ross' 128-B

Planet Saturnus

Ini adalah planet terdekat di luar tata surya kita yang mengorbit di sekitar bintang merah yang tenang dan karena itu dianggap sebagai salah satu kandidat terbaik untuk layak huni.

Jika planet ini memiliki atmosfer, suhunya mungkin cukup cocok untuk mempertahankan air di permukaannya sehingga 86 persen mirip dengan Bumi.

Saturday, 24 August 2019

Elon Musk Berencana 'Ledakkan' Mars dengan Nuklir, Apa Faedahnya?

Penampakan awan di Planet Mars (NASA)

Elon Musk baru-baru ini kembali menunjukkan keseriusannya untuk meledakkan nuklir di Mars --sebuah rencana yang telah ia utarakan sejak empat tahun lalu, berkenaan dengan kajian untuk menciptakan kondisi pendukung kehidupan di planet merah itu.

Pendiri dan CEO SpaceX membeberkan ide itu pada 2015 saat penampilannya di "The Late Show with Stephen Colbert." Ia menjelaskan bahwa menguapkan lapisan es Mars dengan nuklir akan menjadi cara yang baik untuk menghangatkan planet itu, dan cukup bagi kolonis manusia untuk hidup relatif nyaman.

Musk menggeber kembali gagasan itu baru-baru ini melalui Twitter. Ia mengunggah di Twitter dengan menuliskan "Nuke Mars!".

Kampanye yang dimaksud juga dilakukan dengan menjual t-shirt bertuliskan 'Nuke Mars'. T-shirt itu pun kini sudah tersedia situs SpaceX dan dijual dengan harga USD 25 (Rp 355 ribu).

"Nuke Mars mengacu pada aliran terus-menerus dari ledakan fusi nuklir yang sangat rendah di atas atmosfer untuk menciptakan matahari buatan, sama seperti Matahari kita. (Tapi ini) tidak akan menyebabkan Mars menjadi radioaktif," pengusaha itu men-tweet pada 20 Agustus 2019, seperti dikutip dari Space.com, Kamis (22/8/2019).

"Tidak berisiko & dapat disesuaikan/ditingkatkan secara waktu nyata. Intinya perlu mencari cara paling efektif untuk mengubah massa menjadi energi, karena Mars agak terlalu jauh dari reaktor fusi tata surya (matahari) ini," tambahnya di lain tweet, menanggapi seseorang yang bertanya tentang risiko yang terkait dengan rencana pengkondisian layak hidup bak bumi (terraforming) di planet merah.

Musk berambisi untuk membantu umat manusia mengkolonisasi Mars. Dia telah berulang kali menekankan bahwa ide dari berdirinya SpaceX pada tahun 2002 adalah demi tujuan jangka panjang tersebut.

Perusahaan itu sekarang mengembangkan sistem ruang angkasa untuk mewujudkan semuanya: pesawat ruang angkasa 100 penumpang bernama Starship dan roket besar yang disebut Super Heavy.

Dua pesawat yang dapat digunakan berulangkali itu diperkirakan akan memulai peluncuran operasional pada awal 2021 dan mulai menerbangkan orang pada tahun 2023, perwakilan SpaceX mengatakan. Jika semuanya berjalan dengan baik, misi perjalanan ke Mars yang mengangkut manusia bisa dimulai di tahun 2020-an.

Antusias

Elon Musk

Ini bukan pertama kalinya Musk melibatkan pengikutnya dalam diskusi penting tentang ide ke-antariksaan. Hal itu sering dilakukannya di Twitter, di mana ia turut antusias dalam menjawab pertanyaan para netizen.

Sebagai contoh, seseorang menyarankan untuk menggunakan "pesawat balon surya" di Planet Merah untuk meningkatkan pembangkit tenaga surya dan panas.

"Lebih sulit daripada yang terlihat di Mars, karena kepadatan atmosfer adalah 1% dari Bumi & gravitasi adalah 38%, tetapi bisa dilakukan untuk pemanasan lokal," Musk menjawab saran pengikutnya.

Ahli astrofisika dan YouTuber Scott Manley menyarankan pengalihan beberapa komet untuk berdampak pada kutub Mars, yang memicu veteran kedirgantaraan Dennis Wingo berkicau, "Mengapa semua orang selalu berpikir bahwa mengalihkan komet itu mudah?"

Kemudian Musk merespons: "Benar, mengalihkan komet akan sangat sulit. Bisa dilakukan dengan asteroid kecil & pengemudi massal, tetapi ini berisiko."

Gagasan Musk akan terraforming mungkin telah berevolusi sejak ia mendirikan SpaceX. Sebenarnya, mereka dapat berubah secara dramatis dalam beberapa hari ke depan, jika salah satu dari tweet kemarin adalah panduan dari bagaimana Musk merealisasi ide-idenya.

"Mungkin masuk akal untuk memiliki ribuan satelit reflektor surya untuk menghangatkan Mars vs matahari buatan," tulis Musk dalam kicauan ide lain.

7 Hal Menakjubkan di Balik Hutan Amazon yang Tengah Terbakar Hebat

Kebakaran Hutan Amazon

7 Hal Menakjubkan di Balik Hutan Amazon yang Tengah Terbakar Hebat

7 Hal Menakjubkan di Balik Hutan Amazon yang Tengah Terbakar Hebat


Membentang di sebagian besar Amerika Selatan, hutan hujan termegah di dunia dan paling memiliki keanekaragaman hayati, Amazon, penuh dengan kejutan.

Meski dianggap misterius, Hutan Amazon tetap menjadi salah satu ekosistem yang paling banyak diteliti dan dipelajari oleh para ilmuwan dari seluruh penjuru negeri.

Namun, keberadaan hutan lebat ini sekarang sedang terancam. Data resmi yang dirilis oleh pemerintah Brasil menunjukkan hampir 73.000 kebakaran hutan tercatat di Negeri Samba dalam delapan bulan pertama tahun 2019 --jumlah tertinggi untuk setiap tahun sejak 2013. Sebagian besar berada di Amazon.

Angka tersebut kemudian dibandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 2018, dengan 39.759 kasus kebakaran hutan di Amazon, menurut National Institute for Space Research (INPE).

Padahal, hutan Amazon memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan juga Bumi. Berikut 7 hal menakjubkan tentang hutan hujan Amazon, yang dikutip dari situs theculturetrip.com, Jumat (23/8/2019).

1. Keragaman Hayati

Suku pribumi yang mengisolasi diri di hutan hujan Amazon, Brasil (Wikimedia / Creative Commons)

Perkiraan ilmiah menunjukkan setidaknya ada 40.000 spesies tanaman, 3.000 jenis ikan, 1.300 spesies burung, 430 mamalia, dan 2,5 juta jenis serangga yang hidup di Hutan Amazon.

2. Banyak Manusia yang Tinggal di Sana

Hutan Amazon

Penemuan menyebut, ada cukup banyak manusia yang tinggal di sana. Pemberitaan di media mungkin menampilkan gambar-gambar satwa liar yang eksotis dan mungkin menakutkan, padahal populasi manusia sebenarnya lumayan signifikan.

Sekitar 21 juta orang menyebut Amazon sebagai rumah mereka, termasuk sekitar 50 suku terpencil yang belum melakukan kontak dengan peradaban modern.

3. Bukan Paru-Paru Bumi?

Hutan Hujan Amazon

Anggapan yang salah kaprah ini datang dari fakta bahwa hutan hujan Amazon mengeluarkan 20% oksigen dunia setiap hari, jauh lebih banyak daripada ekosistem hutan lainnya.

Meskipun itu mungkin benar, tetapi tanaman yang mati dan membusuk juga mengeluarkan kira-kira jumlah CO2 yang setara dengan O2.

Itu artinya, hutan hujan ini kurang lebih berada dalam keseimbangan. Sebagian besar oksigen yang kita hirup sebenarnya berasal dari mikroorganisme di seluruh lautan dunia.

4. Hutan yang Menggundul

Kerusakan Hutan Amazon Akibat Penambangan Ilegal

Hutan hujan ini menggundul dengan cepat. Seluas 1,5 hektar pohon-pohon di sana lenyap setiap detik. Dengan jumlah ini, berarti bahwa rata-rata 137 spesies punah setiap hari.

Deforestasi di Amazon menyumbang 30% dari emisi karbon global, dan jika semuanya berlanjut seperti itu, tidak akan ada yang tersisa dalam 40 tahun mendatang.

Sebagian besar kerusakan ditujukan untuk memberi ruang bagi pembangunan padang rumput, memelihara ternak. Itulah mengapa, aktivis lingkungan menekankan kita agar kita mengurangi konsumsi daging merah.

5. Sangat Gelap di Dalam Hutan

Langit kota Sao Paulo menghitam akibat kebakaran hutan hujan Amazon di Brasil (AP Photo)

Di seluruh bagian besar Amazon, lingkungan di sekitar hutan hampir sepenuhnya gelap gulita karena hanya 1% sinar matahari yang dapat menembus daun-daun dari pohon yang lebat.

Bahkan ketika hujan turun, dibutuhkan sekitar 10 menit agar air meresap ke semak-semak di tanah.


6. Ada Sungai Terpanjang di Dunia?

Kawasan Amazon

Sebagian besar masyarakat global tahu bahwa Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia. Namun, menurut sekelompok ilmuwan yang melakukan studi kompleks menggunakan banyak teknologi mutakhir, Sungai Amazon sebenarnya adalah sungai terpanjang di dunia.

Hulu sungai ini dimulai di Andes Peru dan meluas sejauh 4.225 mil (6.800 kilometer), sekitar 65 mil (105 km) lebih panjang dari Sungai Nil.

Di satu sisi, Sungai Amazon merupakan sungai terbesar berdasarkan volume. Ini memompa sekitar 55 juta galon air ke Atlantik per detik.

7. Sumber Makanan dan Bahan Pembuat Obat

Kerusakan Hutan Amazon Akibat Penambangan Ilegal

Lebih dari 80% varietas makanan dunia berasal dari hutan hujan Amazon, termasuk kopi. Selain itu, lebih dari 25% obat-obatan modern mengandung bahan-bahan yang didapatkan dari Amazon, namun hanya 1% dari spesies tanaman yang teruji memiliki sifat untuk mengobati.

Saturday, 17 August 2019

Ini Cara Awal Ilmuwan Agar Bisa Prediksi Gempa Bumi

Gempa California

Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang paling tak bisa diprediksi kehadirannya. Tidak seperti, katakanlah, badai. Sistem peringatan dini untuk gempa, masih dalam tahap awal.

Namun, studi baru dari Departement of Energy's Los Alamos National Lab sedang merancang gambaran baru yang lebih akurat, terkait gempa, dari tekanan dalam kerak Bumi.

"Sangat sulit untuk mendeteksi pemicu gempa bumi, karena ini jarang terjadi. Namun, dengan informasi baru tentang sejumlah besar gempa bumi kecil yang kami kumpulkan, kami dapat melihat seberapa jauh perkembangan tekanan di dalam sistem sesar," kata Daniel Trugman, post-doctoral fellow di Los Alamos National Laboratory, dalam sebuah pernyataan pers.

"Informasi baru ini terkait dengan mekanisme pemicu dan guncangan yang tersembunyi, yang diharapkan mampu memberi kita penjelasan bagaimana gempa besar dimulai," imbuh Trugman.

Makalah Trugman meneliti data dari Jaringan Seismik California Selatan (Southern California Seismic Network) untuk gempa kecil yang terkubur di tengah kebisingan kehidupan sehari-hari.

Apa yang ditemukan oleh para ilmuwan sangat mengejutkan: 1,81 juta gempa, 10-nya terjadi dengan frekuensi 10 kali lebih banyak daripada gempa yang diidentifikasi menggunakan metode standar.

Tim studi kemudian mengubah gempa itu menjadi database spesifik California Selatan, ketika mereka mencocokkan dengan katalog Quake Template Matching (QTM).

QTM telah memungkinkan para ilmuwan untuk membuat peta gempa sesar California secara lengkap dan perilaku gempa, yang diharapkan dapat membantu menentukan seperti apa sinyal peringatan dini nantinya.

"Di laboratorium, kami melihat peristiwa kecil sebagai prekursor untuk peristiwa tumbukan besar, tetapi kami tidak melihat ini secara konsisten di dunia nyata," tutur Trugman.

Dalam makalah yang diterbitkan pada Juli di Geophyiscal Research Letters, tim Trugman menggunakan QTM untuk belajar bagaimana memprediksi gempa besar itu dengan lebih baik. Triknya, katanya, adalah memperlakukan gempa bumi seperti cuaca.

Sementara itu, studi mengenai prediksi gempa bumi ini sekarang telah dipublikasikan dalam jurnal Science pada April 2019.

Masih Jauh dari Sempurna

Gempa California

Makalah ini membahas gempa berskala kecil, yang biasanya mendahului gempa dengan kekuatan dahsyat, yang dikenal sebagai foreshock (berbeda dengan gempa susulan yang lebih umum dikenal).

Para peneliti menemukan bahwa hampir 72 persen dari "gempa utama" memiliki guncangan lain di hadapan gempa utama tersebut, yang jumlahnya lebih besar dari yang disadari sebelumnya.

Foreshock tersebut tidak terlihat di permukaan Bumi. Gempa-gempa ini merupakan tantangan untuk dikenali melalui analisis visual, dari bentuk gelombang seismik dan membutuhkan teknik pemrosesan sinyal yang canggih.

Namun, ada masalah dengan metode ini. Ada perbedaan antara: mempelajari sejarah seismik dan menggunakan informasi itu secara real time.

Gempa cenderung berkumpul, pada ruang dan waktu yang sama, sehingga sulit untuk menguraikan guncangan mana yang akan menjadi cikal bakal gempa besar.

Trugman mengatakan, alat prediksi gempa masih jauh dari sempurna. Bahkan, sebuah tim geolog di Jepang juga memeriksa kemungkinan bahwa perubahan dalam medan magnet Bumi dapat memberikan beberapa petunjuk mengenai gempa besar.

Debu Antariksa Jatuh di Antarktika, Diduga Berasal dari Ledakan Bintang Dahsyat

Gunung Es di Antarktika

Debu Antariksa Jatuh di Antarktika, Diduga Berasal dari Ledakan Bintang Dahsyat

Debu Antariksa Jatuh di Antarktika, Diduga Berasal dari Ledakan Bintang Dahsyat


Sekelompok peneliti, untuk pertama kalinya, menemukan debu antariksa yang jatuh ke Bumi. Penemuan itu dilakukan dengan memerksa salju di Antarktika yang mana debu tersebut jatuh di kutub selatan planet kita.

Temuan itu dapat menjelaskan awan antarbintang misterius yang dilalui tata surya secara teratur, kata para ilmuwan dalam laporan risetnya.

Para ilmuwan merinci temuan mereka secara daring pada 12 Agustus 2019 di jurnal Physical Review Letters.

Banyak debu antariksa, yang diciptakan oleh komet yang lewat, tabrakan asteroid dan bintang yang meledak, jatuh di Bumi setiap hari. Tetapi para ilmuwan mungkin tidak menemukannya hingga temuan material itu jatuh, dan oleh karenanya, para periset memiliki data yang kurang detail tentang interaksi tata surya dengan lingkungannya.

Penelitian tebaru itu menganalisa debu antarbintang dan antariksa yang relatif baru. Temuan juga dapat mengungkapkan wawasan tentang awan antarbintang yang misterius dan hubungannya dengan tata surya kita.

"Para ilmuwan mungkin dapat menggunakan hasil kami untuk mencari tahu bagaimana lingkungan tata surya terbentuk," kata pemimpin penelitian Dominik Knoll, seorang ahli fisika nuklir eksperimental di Australian National University di Canberra, kepada Space.com.

"Kami tahu sesuatu tentang galaksi dan bintang yang jauh dan banyak tentang tata surya kita, tetapi, soal lingkungan terdekat tata surya, kita perlu penyelidikan lebih lanjut," lanjut peneliti itu.

Sampel Debu Antarbintang Murni

Ilustrasi ledakan supernova di angkasa luar (NASA)

Untuk mencari sampel debu antarbintang murni, para ilmuwan mengumpulkan sekitar 500 kilogram salju Antartika yang berusia kurang dari 20 tahun. Itu dikumpulkan beberapa ratus kilometer dari pantai benua beku, dekat Stasiun Kohnen yang dikelola Jerman.

Untuk mengidentifikasi komponen salju, para peneliti membawanya ke Munich, melelehkannya, menyaring padatan, membakar residu dan menganalisis pola cahaya yang dihasilkannya.

Mereka menemukan adanya dua isotop radioaktif yang langka: zat besi-60 dan mangan-53.

(Isotop suatu unsur bervariasi dalam berapa banyak neutron yang mereka miliki dalam nukleinya; jadi misalnya, isotop besi yang paling berlimpah secara alami, besi-56, memiliki 30 neutron, sedangkan besi-60 memiliki 34 neutron.)

Menurut para peneliti, sumber yang paling mungkin dari besi-60 adalah supernova, sebuah ledakan dahsyat dari bintang sekarat raksasa yang cukup terang untuk secara singkat mengungguli semua bintang lain di galaksi inangnya.

Cara alami lain untuk membuat besi-60 hanya menghasilkan hingga sepersepuluh dari kadar orisinalnya.

Namun, besi-60 dan mangan-53 juga dapat diproduksi ketika pecahan atom yang disebut sinar kosmik menabrak debu antarplanet. Meskipun demikian, para peneliti menemukan rasio yang lebih besar dari besi-60 ke mangan-53 daripada yang mereka harapkan dari mekanisme ini.

Para peneliti juga menyelidiki apakah besi-60 datang sebagai dampak dari senjata nuklir atau pembangkit listrik. Namun, mereka menemukan bahwa produksi besi-60 dan mangan-53 dari sumber-sumber ini harus diabaikan.

Jadi para ilmuwan menyimpulkan bahwa isotop radioaktif ini kemungkinan besar ditempa dalam supernova terdekat yang kemudian menaburkan awan antarbintang, gas dan debu. Dalam studi tersebut, para peneliti menyarankan bahwa, ketika tata surya melewati awan seperti itu, debu ini menghujani permukaan Bumi.

Pemeriksaan masa depan debu antarbintang di salju dan es yang lebih tua dapat menjelaskan asal-usul dan struktur awan antarbintang terdekat dan sejarah interaksi mereka dengan tata surya, kata para peneliti.

Benarkah Makan Permen Karet Bisa Turunkan Asam Lambung? Ini Penjelasannya

Permen karet (iStock)

Benarkah Makan Permen Karet Bisa Turunkan Asam Lambung? Ini Penjelasannya

Benarkah Makan Permen Karet Bisa Turunkan Asam Lambung? Ini Penjelasannya


Permen karet merupakan salah satu jenis jajanan yang disukai oleh kebanyakan orang, terutama anak-anak. Tekstur permen karet yang kenyal membuatnya dapat dikunyah berulang-ulang dan juga bisa dijadikan hiburan dengan dibentuk menjadi gelembung.

Dikutip dari laman Healthline, Kamis (15/8/2019) berdasarkan bukti yang ada menunjukkan bahwa permen karet tertua ditemukan telah berusia 9 ribu tahun. Permen karet modern terbuat dari karet yang terdiri atas campuran beberapa getah atau damar dan salah satu bahan dasar yang terkenal adalah chicle.

Permen yang digemari banyak orang ini ternyata juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Di antaranya adalah bisa memperbaiki memori, menyegarkan bau nafas, membantu mengurangi berat badan dan bahkan dapat mencegah asam lambung naik.

Akan tetapi sebenarnya manfaat permen karet yang terakhir itu terbukti fakta atau hanya sekadar mitos belaka?

Penyakit asam lambung naik atau yang juga dikenal dengan gastroesophageal reflux (GERD), merupakan penyakit yang dapat menimbulkan sensasi panas dan terbakar mulai dari perut hingga ke tenggorokan.

Bahkan terkadang juga bisa menyebabkan rasa asam atau pahit pada mulut. Nah untuk mencegah hal tersebut, sebuah penelitian di Journal of Dental Research menyarankan untuk mengunyah permen karet bebas gula selama 30 menit setelah makan.

Penelitian tersebut semakin diperkuat dengan adanya penilitian lain yang dilakukan Rebecca Moazzez dari Kings College di London, Inggris, yang menyatakan bahwa jika mengunyah permen karet selam 30 menit setelah mengonsumsi makanan berlemak tinggi dapat mengurangi peluang asam lambung naik ke kerongkongan.

Peran Air Liur

Permen karet (iStock)

Pasalnya, mengunyah permen karet disinyalir dapat meningkatkan produksi air liur yang akan membuat kamu lebih sering menelan dan membantu menetralisir pH lambung yang sangat asam.

Akan tetapi yang perlu diperhatikan ialah bahwa tidak semua jenis permen karet memiliki manfaat yang sama jika dimakan untuk mencegah asam lambung naik. Jenis permen karet yang dianjurkan adalah permen karet bikarbonat rendah gula yang bisa ditemukan di apotek. Bikabornat sendiri bekerja dengan cara menetralkan asam naik ke kerongkongan.

Salah satu jenis permen karet yang perlu dihindari oleh penderita asam lambung adalah permen karet dengan rasa peppermint.

Peppermint justru dapat membuka sfringter atau lingkaran otot kerongkongan baggian bawah yang akan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga memicu gejala kenaikan asam lambung.

Ilmuwan Terkejut, Gunung Berapi Purba Ditemukan di Bawah Benua Australia

Gunung Berapi Purba di Australia


Ilmuwan Terkejut, Gunung Berapi Purba Ditemukan di Bawah Benua Australia

Ilmuwan Terkejut, Gunung Berapi Purba Ditemukan di Bawah Benua Australia



Sebuah lanskap bawah tanah kuno, yang 'dihuni' gunung berapi purba, telah ditemukan di bawah benua Australia. Posisinya yang tersembunyi membuat lokasi ini sukar didapati.

Tim penjelajah gabungan dari University of Adelaide dan University of Aberdeen di Skotlandia telah mengungkap sekitar 100 gunung berapi purba yang terkubur jauh di dalam Cekungan Cooper-Eromanga.

Basin tersebut, yang terletak di sudut timur laut Australia Selatan dan sudut barat daya Queensland, adalah wilayah penghasil minyak dan gas darat terbesar di Negeri Kanguru.

Namun, terlepas dari 60 tahun eksplorasi dan produksi minyak bumi di Australia, keberadaan aktivitas vulkanik di sana rupanya tidak pernah terdeteksi.

Para peneliti kemudian menggunakan teknik pencitraan bawah untuk mengidentifikasi sejumlah besar kawah vulkanik dan aliran lava, serta ruang magma yang menghidupi gunung-gunung ini.

Periset mengungkapkan, gunung berapi yang tumbuh pada periode Jurassic, antara 180 dan 160 juta tahun yang lalu, terkubur jauh di bawah ratusan meter batuan berlapis.

Padahal, Cekungan Cooper-Eromanga sekarang sudah kering dan tandus. Para ilmuwan mengatakan, di masa Jurassic, ada kawah dan celah yang memuntahkan abu dan lava panas ke udara.

Kawah dan celah ini dikelilingi oleh jaringan saluran sungai dengan danau besar dan rawa-rawa batu bara.

"Saat sebagian besar aktivitas vulkanik di Bumi terjadi pada batas lempeng tektonik, atau di bawah lautan Bumi, Jurassic World ini justru berkembang di dalam benua Australia," kata co-author Associate Professor Simon Holford, dari University of Adelaide.

"Penemuan ini kian meyakinkan kami bahwa masih banyak dunia vulkanik yang mungkin berada di bawah permukaan Australia, yang kurang dieksplorasi dan belum ditemukan," imbuhnya.

Banyak Aktivitas Vulkanik Tak Terdeteksi?

Pemandangan saat Lava Panas Menuruni Puncak Gunung Mayon Filipina

Selain itu, Holford mengatakan bahwa batuan sedimen yang ada di sana mengandung minyak, gas, dan air, yang secara ekonomi penting bagi Australia.

Namun, penemuan terbaru ini juga menunjukkan adanya banyak aktivitas vulkanik pada periode Jurassic daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Cekungan Cooper-Eromanga secara substansial telah dieksplorasi sejak penemuan gas pertama pada tahun 1963," ujar co-author Associate Professor Nick Schofield dari University of Aberdeen.

"Kami sekarang punya data tentang bawah tanah, tetapi, meskipun demikian, gunung berapi tersebut belum pernah bisa dipahami dengan baik sampai sekarang."

Mereka sekarang menamakan wilayah vulkanik tersebut sebagai "Warnie Volcanic Province", merujuk pada pemain kriket legendaris Australia, Shane Warne.

5 Fakta Bulan Purnama Bertemu Saturnus Selama Hujan Meteor Perseid

Menikamati Keindahan Fenomena Hujan Meteor Perseid di Bosnia

5 Fakta Bulan Purnama Bertemu Saturnus Selama Hujan Meteor Perseid

5 Fakta Bulan Purnama Bertemu Saturnus Selama Hujan Meteor Perseid


Bulan purnama yang terjadi pada Agustus tahun ini, diprediksi akan muncul di langit malam pada Kamis (15/8/2019), satu hari setelah puncak hujan meteor Perseid dan tiga malam pasca-berotasi dekat dengan Saturnus.

Bulan akan terlihat penuh pada pukul 08.29 Eastern Day Time (EDT) atau jam 19.29 WIB, menurut SkyCal milik NASA. Sementara itu, hujan meteor Perseid diperkirakan memuncak antara 9 hingga 14 Agustus, meskipun sudah bisa mulai disaksikan pada 17 Juli dan dapat berlanjut hingga 24 Agustus 2019.

Jumlah meteor yang terlihat pun bervariasi dari tahun ke tahun, tergantung pada malam apa ketika kita menyaksikannya.

Waktu untuk menonton paling populer adalah pada Agustus, karena jumlah meteor naik menjadi sekitar 60-75 per jam, menurut American Meteor Society yang dikutip dari Space.com pada Senin (12/8/2019).

Tahun ini, jumlah penampakan hujan meteor diperkirakan terlihat lebih sedikit, karena adanya Bulan purnama. Cahaya Bulan akan menutupi sinar meteor yang lebih redup, sehingga mungkin hanya akan ada 10-15 meteor per jam.

Bintang jatuh tersebut -- yang merupakan puing-puing dari Komet Swift-Tuttle -- tampaknya berasal dari titik di rasi Perseus.

Berikut 5 fakta menarik tentang pertemuan Bulan purnama, Saturnus dan hujan meteor Perseid.

1. Saturnus Bertemu Bulan

Planet Saturnus

Di luar hujan meteor pada 12 Agustus, Bulan purnama disebut akan melewati dekat dengan Saturnus, mencapai garis bujur langit yang sama, yang dikenal sebagai konjungsi, pada pukul 06.05 EDT atau 17.05 WIB, menurut Skycal NASA.

Konjungsi itu tidak akan terlihat saat Saturnus menampakkan diri pada pukul 03.05 EDT atau 14.05 WIB pada 12 Agustus di New York. Namun, kedua benda langit tersebut akan tetap berada dalam fraksi satu sama lain.

Dari Los Angeles, konjungsi akan terjadi pada pukul 02.05 EDT (13.00 WIB), menurut Skycal, dan perhitungan heavens-above.com, Saturnus akan 'tenggelam' pada 03.05 EDT atau 14.00 WIB.

Bulan akan berada tepat di utara Saturnus, dan keduanya akan berada di rasi Sagitarius. Sekitar jam 21.00 waktu setempat, mereka akan berada di tenggara Bumi pada ketinggian sekitar 26 derajat (dari New York City).

2. Merkurius Ikut Menampakkan Wujudnya

NASA

Sementara itu, Merkurius mencapai ketinggian maksimalnya di langit pagi, beberapa hari menjelang Bulan purnama. Pada 10 Agustus, planet terdekat matahari ini berada di ketinggian sekitar 16 derajat, saat matahari terbit di New York, menurut situs In-the-sky.org.

Pengamatan Merkurius terlihat lebih baik ketika skywatcher bergerak ke selatan: San Juan, Puerto Rico. Merkurius muncul pada pukul 04.41 EDT atau 15.41 WIB dan berada sekitar 2 derajat lebih tinggi di langit.

Para skywatcher di New York City dapat menyaksikan penampakan Merkurius yang merangkak di hadapan matahari, pada pukul 04.39 EDT atau 15.39 WIB pada 15 Agustus, ketika matahari akan terbit pada pukul 06.06 EDT (17.06 WIB), menurut kalkulasi heavens-above.com.

Pada pukul 05.30 EDT (16.30 WIB), Merkurius hanya akan memiliki ketinggian sekitar 9 derajat di Kota New York. Pada saat itu langit akan semakin terang, jadi melihat wujud planet ini membutuhkan cakrawala yang datar dan jelas.

3. Planet Lain yang Bisa Diamati

planet

Setelah Bulan purnama, Venus akan muncul dari konjungsi superior pada 14 Agustus, yang terjadi ketika planet ini berada di sisi berlawanan matahari dari Bumi.

Pada 20 Agustus, planet ini bisa dilihat pada 19.44 EDT di New York (06.44 WIB pada 21 Agustus), sekitar 15 menit setelah matahari terbenam. Faktanya, Venus biasanya merupakan salah satu "bintang" pertama yang terlihat di malam hari.

Mars, sementara itu, juga akan membuntuti matahari ke barat pada malam Bulan purnama. Planet ini akan berada di New York sekitar pukul 20.09 EDT pada 15 Agustus (07.09 WIB pada 16 Agustus).

Karena berada (begitu dekat) dengan matahari di langit, Planet Merah akan sulit diamati dan kian tidak terlihat seiring waktu berlalu.

Jupiter muncul selama Agustus di rasi bintang Ophiuchus, tepat di utara Scorpio, di mana orang dapat melihatnya tepat di atas bintang terang Antares.

Pada pertengahan Agustus, Jupiter akan muncul pada sore hari dan tenggelam tepat setelah tengah malam. Ketika Bulan penuh, Jupiter akan mencapai ketinggian maksimal pada 20.11 EDT (07.11 WIB sehari setelahnya), berada di garis lintang tengah sekitar 27 derajat di atas cakrawala selatan.

Bagi mereka di belahan Bumi selatan, Jupiter akan jauh terlihat lebih tinggi di langit. Bagi skywathcer di Melbourne, Australia, pada 15 Agustus bisa menyaksikan Jupiter mencapai ketinggian 78 derajat pada jam 19.38 waktu lokal (16.38 WIB).

Bagi mereka yang ada di belahan Bumi utara, mereka bisa menyaksikan kehadiran Saturnus di sebelah kiri Jupiter di rasi Sagitarius, dan Bulan purnama akan berada di langit tenggara.

Saturnus juga akan mencapai ketinggian sekitar 27 derajat pada 15 Agustus, sekitar 2 jam setelah Jupiter.

4. Bintang dan Rasi Bintang

Berbagai jenis rasi bintang atau konstelasi

Meskipun cahaya Bulan purnama cenderung mengalahkan sinar bintang-bintang yang lebih redup, asterisme (gejala optis bak bintang yang terlihat dalam batu mulia) seperti "Summer Triangle" --yang terdiri dari bintang-bintang Vega, Deneb dan Altair-- akan mudah terlihat.

Sekitar 1,5 jam setelah matahari terbenam di belahan Bumi utara, Anda dapat melihatnya di atas untuk menemukan bintang terang Vega, yang --di lintang garis tengah-- berada di ketinggian antara 80 dan 88 derajat (tergantung pada seberapa jauh Anda berada di utara atau selatan). Sementara itu, konstelasi Leo akan berada di barat.

5. Mengapa Dinamakan Bulan Sturgeon?

Bulan Purnama Penuh

Bulan purnama pada Agustus, menurut Almanak Petani Tua (Old Farmer's Almanca), kadang-kadang dikenal sebagai Sturgeon.

Nama ini kemungkinan berasal dari penjajah dan orang-orang berbahasa Algonquian di timur laut Amerika Utara, karena Sturgeon adalah penduduk asli Eropa dan Amerika. Namun, tidak semua bangsa asli di wilayah itu menggunakan istilah tersebut.

Suku Ojibwe --yang tinggal di Kanada bagian tenggara, dekat Great Lakes-- menyebut bulan kedelapan tahun ini sebagai Blackberry Moon, yang juga bisa terjadi pada Juli.

Cree of Ontario menyebut Bulan purnama pada Agustus sebagai Flying Up Moon, karena saat itulah burung-burung muda tumbuh menjadi dewasa.

Di Pasifik Barat Laut, orang-orang Haida menyebutnya sebagai Salmon Moon (chíin kungáay), menurut buku karya Dolly Garza: "Tlingit Moon & Tide".

Beberapa budaya Asia mengaitkan Bulan purnama Agustus dengan roh. Di China, bulan ke tujuh --yang pada tahun 2019 jatuh pada Agustus-- adalah ketika Festival Hantu Kelaparan (Hungry Ghost Festival) digelar, dan bertepatan dengan Bulan purnama.

Dalam tradisi Buddha dan Tao, arwah dari orang yang tidak diberi penghormatan ketika mati, akan kembali ke dunia pada hari itu. Oleh karenanya, upacara tersebut melibatkan sejumlah barang-barang yang dibakar --biasanya uang kertas palsu.

Kadang-kadang, lentera berbentuk lotus dinyalakan dan dikirim ke danau atau sungai untuk menerangi jalan bagi jiwa-jiwa yang gelisah dalam menuju akhirat.

Sedangkan untuk umat Islam, Bulan purnama Agustus datang di pertengahan bulan Zulhijah, bulan terakhir dalam kalender Islam.

Pada hari ke-10 bulan itu, sekitar empat hari sebelum Bulan purnama, adalah hari raya Idul Adha, yang memperingati kisah Nabi Ibrahim ketika hendak mengorbankan putranya, Ishak, tetapi digantikann dengan domba oleh Allah.

Thursday, 15 August 2019

6 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur Ini Bisa Kurangi Berat Badan

berat badan naik saat haid

6 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur Ini Bisa Kurangi Berat Badan

6 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur Ini Bisa Kurangi Berat Badan


Saat tidur tubuh kita ternyata membakar sekitar 300-400 kalori. Hal tersebut sama dengan berlari selama kurang lebih satu jam.

Menurut para ahli, kualitas tidur yang baik dapat mengurangi berat badan.

Karena itu, penting untuk menjaga pola tidur dan kebiasaan saat hendak tidur.

Berikut beberapa kebiasaan yang baik dilakukan sebelum tidur untuk mengurangi berat badan:

1. Tidurlah Dengan Suhu Rendah

Penyebab AC Tidak Dingin

Para ahli merekomendasikan untuk tidur dalam keadaan yang dingin. Penggunaan suhu sekitar 18 Celsius saat kita tidur bisa meningkatkan metabolisme tubuh.

Penelitian juga membuktikan bahwa suhu yang tinggi mengaktifkan sel-sel lemak, yang bertanggung jawab atas termoregulasi. Saat tertidur di ruangan yang dingin, tubuh akan membakar energi agar bisa beradaptasi dengan suhu lingkungan.

Itulah mengapa saat pagi hari berat tubuh berkurang.

2. Minum Jus Anggur

Jus anggur atau jus jeruk Copyright krokdozdrowia.com

Jus anggur membantu mengurangi kalori, hal ini karena anggur mengandung zat yang disebut Resveratrol. Zat tersebut mengubah lemak putih menjadi lemak krem.

Saat tidur lemak krem digunakan sebagai penghangat tubuh. Jadi, dengan meminum jus anggur akan memaksa untuk membuah lemak yang tidak berguna dan mengubahnya menjadi lemak yang berguna.

3. Jauhi Penggunaan Gadget

Bahaya Smartphone

Tidak hanya rutinitas tidak stabil yang mengganggu produksi melatonin. Cahaya biru yang keluar dari gadget juga salah satu alasan mengenai tidur yang tidak nyaman.

Cobalah untuk tidak menggunakan gadget dua jam sebelum tidur dan biasakan gunakan "night mode" pada layar gadgetnya.

Hal ini demi kualitas tidur yang baik.

4. Makan Cemilan Mengandung Protein

Makanan untuk Meredakan Pedas

Dengan menkonsumsi makanan berprotein tinggi seperti Yogurt, selai kacang, dan yang lainnya, dapat meningkatkan metabolisme dan meningkatkan pertumbuhan otot dalam tubuh.

5. Melakukan Latihan Ketahanan

Ilustrasi berenang

Latihan fisik adalah caya terbaik untuk mengurangi stres dan meningkatkan metabolisme tubuh sebelum tidur.

Lakukan hal seperti berenang, atau angkat beban saat malam. Olah raga yang tidak terlalu melelahkan, namun disaat yang berasamaan dapat membakar lemak.

6. Minum Teh Herbal

10 Kiat Dapatkan Manfaat Sehat Minum Teh Hijau (gravision/shutterstock)

Beberapa jenis teh dapat mengurangi berat badan berlebih. Namun, bukan teh yang dikhususkan untuk diet maupun teh pelangsing.

Teh natural biasa pun bisa meningkatkan kesehatan, bahkan jika meminumnya saat sebelum tidur dapat mengurangi berat badan.

Sunday, 11 August 2019

Selain Sidik Jari, 7 Bagian Tubuh Ini Tunjukkan Kamu Hanya Satu di Dunia

Selain Sidik Jari, Bagian Diri Unik Ini Tunjukkan Kamu Cuma Satu

Selain Sidik Jari, 7 Bagian Tubuh Ini Tunjukkan Kamu Hanya Satu di Dunia

Selain Sidik Jari, 7 Bagian Tubuh Ini Tunjukkan Kamu Hanya Satu di Dunia


Setiap individu di dunia tentu berbeda-beda. Ya, dari sekian banyak orang di dunia nyatanya setiap orang memiliki hal yang bisa mengidentifikasi bahwa dirinya hanya ada satu. Keunikan itu terlihat dari bagian dirimu. Keunikan itu pun bisa digunakan untuk mengidentifikasi dan membedakanmu.

Identifikasi penting untuk data diri, keamanan, atau hal lainnya. Kita tentu pernah menemukan gawai dan daftar hadir kerja menggunakan sidik jari atau ketika kita membuat KTP elektronik bukan?

Pelacakan kepolisian atau pihak berwenang pun tak jarang mengandalkan sidik jari untuk mencari identitas seseorang. Namun, sebenarnya ada bagian tubuh lainnya yang bisa jadi alat identifikasi manusia selain sidik jari loh.

Berikut 7 bagian tubuh unik manusia yang bisa digunakan untuk melacak identitas.

1. Telinga

Salah satu bagian tubuh manusia adalah daun telinga

Jika kamu perhatikan, bentuk lekukan di daun telinga beberapa orang berbeda. Ternyata, hal itu juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang. Dalam sebuah studi, peneliti menemukan algoritma yang dapat mengidentifikasi seseorang dari 250 orang dengan akurasi 99,6 persen menggunakan bentuk telinga. Bahkan, Yahoo juga sempat mengembangkan bodyprint yang bisa membuka kunci layar dengan scan daun telinga.

2. Bibir

[Fimela] Bibir Pecah-pecah

Mirip seperti sidik jari, kerutan di bibir setiap orang juga berbeda dan bisa digunakan untuk identifikasi. Hal itu pun ditemukan dalam studi dari the Journal of Forensic Dental Sciences.

3. Bagian mata

ilustrasi mata

Pernah melihat pintu yang dibuka dengan scanner mata di film-film action? Beberapa bagian mata memang bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang. Bagian mata yang pertama adalah retina. Selain identifikasi diri, retina juga biasa digunakan dokter untuk mengecek kesehatan seseorang.

Ternyata, bukan hanya berlaku untuk manusia, identifikasi individu dengan retina juga bisa diterapkan untuk hewan. Iris, otot mata untuk membuka dan menutup pupil untuk mengontrol masuknya cahaya juga unik. Bentuk kerutan dan lingkaran pada iris mata berbeda setiap orangnya sehingga bisa dijadikan alat identifikasi.

4. Bagian tangan

Telapak Tangan dan Keringat Berkeringat

Sidik jari tentu telah sering digunakan untuk mengidentifikasi seseorang. Selain itu, garis telapak tangan juga memiliki fungsi serupa.

Kamu juga pernah menemukan beberapa orang yang bisa membaca nasib melalui garis tangan bukan? Garis di telapak tangan memang unik dan memiliki kemiripan fungsi identifikasi dengan sidik jari.

5. DNA

DNA dan Genetik (iStockphoto)

Kepolisian telah menggunakan tes DNA untuk mengidentifikasi jenazah. DNA itu ada di tubuh manusia, tapi umumnya yang digunakan untuk mengidentifikasi adalah darah, kuku, gigi, atau rambut.

Deoxyribonucleic acid (DNA) merupakan biomolekul yang menyimpan genetika setiap organisme. Tes menggunakan DNA ini bisa digunakan untuk mencocokkan profil dengan keluarga.

6. Gigi

Gigi putih

Selain menyimpan DNA, gigi setiap orang juga berbeda. Kebiasaan setiap orang yang berbeda seperti ketika mengunyah atau menggunakan gigi membuat struktur gigi itu berbeda. Alhasil, keunikan itu bisa digunakan pula untuk mengidentifikasi seseorang.

7. Bau dan suara

Ilustrasi bau badan (iStock)

Beberapa teknologi telah menggunakan suara untuk mengidentifikasi seseorang. Pitch, volume, dan aksen seseorang memang unik satu sama lainnya. Selain itu, bau juga dipercaya dapat mengidentifikasi seseorang.

Meski bau manusia bisa tertutup oleh bau sabun, parfum, atau bau lainnya, manusia memiliki bau primernya sendiri. Namun identifikasi dengan bau badan sulit dilakukan karena kemungkinan bau lain yang ada disekitar orang itu serta dibutuhkan penciuman yang sangat kuat.