Showing posts with label LIFESTYLE. Show all posts
Showing posts with label LIFESTYLE. Show all posts

Saturday, 7 September 2019

Lupakan Segera! Ini 6 Hal yang Bikin Anda Gagal Move On

Lupakan Segera! Ini 6 Hal yang Bikin Anda Gagal Move On

Lupakan Segera! Ini 6 Hal yang Bikin Anda Gagal Move On

Lupakan Segera! Ini 6 Hal yang Bikin Anda Gagal Move On


MEMIKIRKAN mantan memang sering kali terjadi. Apalagi bagi kalian yang sudah menjalin hubungan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Ternyata beberapa alasan menjadi faktor mengapa kalian masih memikirkan mantan alias susah move on.


Di lansir dari Lovepanky, Jumat (6/09/2019) ini adalah 6 alasan kenapa Anda masih susah move on

1 . Sudah terbiasa bersama

Jika Anda terus melakukan hal yang sama, pikiran tersebut akan muncul. Pergilah ke tempat menarik lain, tertawa dan bersenang-senang dengan teman, serta bergaul dengan orang yang menyukai hal yang sama denganmu.

2. Pertemanan

Anda mungkin merindukan persahabatan yang dijalin bersama dengan mantan Anda. Kadang mengakhiri hubungan sama juga dengan mengakhiri pertemanan yang luar biasa.

Jika Anda merasa seperti itu, berarti Anda kehilangan orang yang hebat. Kehilangan seseorang yang Anda kenal cukup lama tentu akan membuat untuk memikirkannya terus menerus alias susah move on.

3. Hal-hal sulit

Paling sering terjadi di dalam hubungan, karena Anda melalui banyak hal bersama. Ketika lingkungan sedang tidak bersahabat, tentu mantan kekasih adalah orang yang paling sering membantu untuk melewatinya.


4. Saat-saat yang menyenangkan

Anda jelas pernah bersenang-senang bersama. Ketika penat dengan pekerjaan atau tugas-tugas tentu bersenang-senang dengan pasangan jadi pilihan.

5. Anda memiliki urusan yang belum selesai

Ketika mempunyai urusan bersama atau janji yang belum ditepati, tentu Anda memikirkan mantan lagi, karena Anda ingin menyelesaikannya, dan melanjutkan hidup Anda untuk selamanya.


6. Mencari kesalahan

Alasan besar lain mengapa memikirkan mantan kekasih adalah karena Anda bertanya-tanya bagaimana jika kembali bersama? Bagaimana jika semuanya akan berhasil kali ini? Bagaimana jika mantan Anda memikirkan Anda juga?

Alasan di atas memang sering kali terjadi, namun jika kalian memiliki prinsip yang kuat setelah memutuskan berpisah. Anda akan melewatinya dengan mudah.

5 Cara Komunikasi Ini Perlu Dihindari Saat Bertengkar dengan Pasangan

Ilustrasi komunikasi yang buruk dilakukan oleh pasangan saat bertengkar. (Shutterstock)

5 Cara Komunikasi Ini Perlu Dihindari Saat Bertengkar dengan Pasangan

5 Cara Komunikasi Ini Perlu Dihindari Saat Bertengkar dengan Pasangan


Setiap pasangan pasti memiliki masalah dan rintangannya sendiri. Komunikasi yang baik penting untuk memperbaiki hingga mencari solusinya. Komunikasi yang buruk bisa memperburuk masalah dan membuat hubungan renggang dan stres.

Sayangnya, banyak orang kesulitan untuk menerapkan pola komunikasi yang baik saat sedang beradu argumen dengan pasangannya.

Sebagian besar orang cenderung bersikap dan bertutur kata yang tak terkendali yang tentu saja bisa memicu konflik baru. Untuk itu, ada berbagai sikap yang sebaiknya dihindari saat bertengkar dengan pasangan, agar masalah tidak berlarut-larut.

Agar hubungan Anda dan pasangan tetap terjaga meski sedang bertengkar, ada baiknya untuk menghindari berbagai sikap berikut :

1. Membela diri

Ego akan sangat sulit dikendalikan saat sedang bertengkar dengan pasangan. Banyak orang yang justru membela diri daripada mengakui kesalahannya. Biasanya hal ini dilakukan karena gengsi, tidak mau disalahkan, dan menolak kenyataan bahwa memang ia yang menyebabkan masalah.

Anda bisa saja kekeh dan mempertahankan argumen. Namun, jangan heran jika pasangan lama-lama mundur secara perlahan dari hubungan yang sedang dijalani. Membela diri ketika Anda memang salah tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik, akuilah secara terbuka dan belajar untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah diperbuat.

2. Selalu merasa paling benar

Hanya karena pasangan tidak memiliki pandangan yang sama bukan berarti Andalah yang paling benar. Pasalnya, Anda tidak memaksa pasangan untuk dapat melihat dan menganggap sesuatu dengan cara yang sama. Jangan justru merasa pasangan Andalah yang salah saat Anda berdua memiliki pendapat yang berbeda.

Daripada merasa paling benar, sebaiknya cari jalan tengah untuk menengahi perbedaan di antara Anda dan pasangan. Jangan hanya selalu ingin dianggap benar tanpa mau mendengarkan dan menghiraukan pandangan dari pasangan.

Jangan hanya memikirkan kepuasan Anda karena hubungan adalah sesuatu yang dijalani berdua atas kesepakatan bersama. Sehingga apapun yang terjadi, kepentingan, kebahagiaan, dan kepuasan kedua belah pihak haruslah diutamakan.

3. Mengungkit kesalahannya

Ketika Anda dan pasangan mengalami konflik, biasanya ucapan yang sering kali terlontar adalah “Kamu selalu…”, “Kamu tidak pernah…”. Kalimat-kalimat yang diawali dengan kata tersebut bermaksud untuk menggeneralisasi keadaan. Padahal mungkin faktanya sebaliknya.

Jika Anda mengeluarkan kalimat ini pada pasangan, bukan tidak mungkin ia merasa tidak dihargai. Pasalnya, usaha yang selama ini telah dilakukannya sama sekali tidak dianggap hanya karena satu kesalahan kecilnya. Jika pasangan sudah merasa tidak dihargai, konflik yang terjadi bisa semakin memanas.

4. Menolak untuk berdiskusi

Saat pasangan menawarkan untuk mendiskusikan sebuah masalah, tak jarang salah satu pihak menolaknya. Entah karena tidak ingin disalahkan, malah membahasnya, dan berbagai alasan lainnya. Nah, sikap ini sangat perlu Anda jauhi saat bertengkar dengan pasangan.

Masalah hanya bisa diselesaikan dengan cara dibicarakan. Namun, ketika Anda bersikeras untuk tidak membahasnya maka hubungan Anda tidak akan pernah membaik. Jika Anda berpikir bahwa masalah akan selesai tanpa perlu dibicarakan maka Anda keliru.

Saat bertengkar, yang memiliki perasaan marah bukan hanya Anda tetapi juga pasangan. Akan tetapi coba pikir, meski marah pasangan tetap berusaha menyelesaikannya dengan cara mengajak Anda mendiskusikannya. Oleh sebab itu, turunkan ego Anda dengan membuka diri untuk menyelesaikan masalah Anda berdua.

5. Selalu menginterupsi dan tidak mau mendengarkan

Semua orang bisa berbicara tetapi tidak semua orang bisa mendengarkan, terlebih saat bertengkar dengan pasangan. Banyak orang berusaha menyela dan menyiapkan omongan yang akan dikatakannya untuk menanggapi pasangannya. Sayangnya, sangat egois jika Anda melakukan hal ini pada siapapun termasuk pasangan.

Pasalnya, jika Anda selalu menginterupsi dan tidak menjadi pendengar yang baik maka Anda tidak akan tahu apa yang sebenarnya dikeluhkan pasangan. Oleh karena itu, belajarlah untuk menjadi pendengar yang baik saat pasangan sedang berbicara. Dengan menyimaknya, Anda bisa memahami sudut pandang pasangan dan berempati terhadap perasaannya.

Jadi coba menghindari komunikasi yang buruk seperti di atas untuk hubungan yang baik walaupun sedang bertengkar dan memiliki masalah.

Adakah Hubungan Antara Zodiak dan Kepribadian Seseorang?

kepribadian seseorang menurut zodiak

Adakah Hubungan Antara Zodiak dan Kepribadian Seseorang?

Adakah Hubungan Antara Zodiak dan Kepribadian Seseorang?


Percayakah Anda bahwa kepribadian seseorang dapat dilihat menurut zodiak mereka? Lantas, apakah sudah ada informasi yang membuktikan bahwa bulan lahir benar-benar berkaitan dengan kepribadian? Berikut ulasannya.

Benarkah kepribadian seseorang bisa dilihat menurut zodiak?

Astrologi merupakan sebuah ilmu yang menghubungkan gerakan benda di langit, seperti matahari, bulan, dan bumi dengan tanggal dan bulan kelahiran seseorang. Pembagian periode tanggal dan bulan kelahiran disebut dengan zodiak.

Menurut sebuah penelitianpada tahun 2015, tanggal dan bulan lahir Anda dapat memengaruhi sifat-sifat kepribadian Anda, seperti introvert dan extrovert.


Di dalam penelitian tersebut dilakukan sebuah pengamatan terhadap 300 publik figur dari berbagai bidang, seperti politik, sains, sastra, dan seni. Para peneliti mencoba menghubungkan astrologi barat tradisional, yaitu elemen air, bumi, udara, dan api dengan bulan-bulan masehi.

Dari sinilah peneliti mengelompokkan orang-orang yang lahir pada bulan tertentu dengan elemen yang sudah disebutkan tadi. Contohnya, para selebriti yang lahir pada bulan Desember hingga awal Maret dikategorikan sebagai bulan-bulan “basah” atau terhubung dengan elemen air.

Biasanya, orang yang lahir pada bulan tersebut masuk dalam kategori kreatif. Di sisi lain, mereka juga dianggap sebagai orang yang keras kepala atau persisten karena kreativitasnya.

Akan tetapi, temuan ini tidak dapat dijadikan acuan bahwa setiap orang yang lahir pada bulan-bulan tersebut memiliki sifat yang sama.

Zodiak tidak benar-benar merefleksikan kepribadian manusia


Supaya Anda benar-benar paham mengapa kepribadian seseorang sering dihubungkan menurut zodiak mereka, mari ketahui dulu apa yang sudah dilakukan oleh para peneliti.

Selama beberapa dekade, para astronom telah meneliti matahari dan rasi bintang, namun belum diketahui dengan pasti perihal teori pergerakan bumi dan gravitasi bulan. Pergerakan bumi itu menyebabkan lokasi rasi bintang (zodiak) berubah seiring waktu.

Oleh karena itu, posisi astrologi saat ini bisa jadi berbeda dengan astrologi zaman kuno. Seorang astrolog, Pedro Bagaranca, menyatakan bahwa perubahan tersebut membuat rasi bintang tidak lagi sesuai dengan tanggal lahir Anda.

Misalnya, belakangan ini Anda menyadari bahwa Anda adalah seorang Aries. Akan tetapi, jika diperiksa ulang posisi rasi bintang Anda, mungkin saja sebenarnya Anda adalah Taurus.

Kedua kemungkinan tersebut bertolak belakang dengan kepribadian antara zodiak Aries dan Taurus. Seorang Taurus diyakini sebagai pemberani dan energetik, sedangkan Aries lebih kepada penyabar dan romantis.

Maka itu, kedua kepribadian tersebut tidak cocok berada di dalam satu individu jika dilihat menurut zodiak seseorang.

Faktor yang memengaruhi kepribadian seseorang


Bulan dan tahun lahir seseorang memang tidak dapat dijadikan sumber yang benar-benar valid untuk mengetahui kepribadian seseorang. Oleh karena itu, Anda tidak dapat menerka kepribadian seseorang menurut zodiak mereka.

Hal tersebut dikarenakan terdapat berbagai faktor yang mendukung perkembangan sifat mereka. Menurut American Psychological Association, kepribadian manusia berkembang akibat kebutuhan tertentu, seperti memprediksi masa depan dan kepribadian untuk masa kini.

Misalnya, seorang balita akan mempelajari perilaku dan membentuk kepribadiannya dari orangtua. Akan tetapi, seiring bertambahnya usia, orang yang dikenal, dan perpindahan lingkungan akan mengajarkan mereka banyak hal lain.

Hal tersebut dapat memengaruhi kepribadian mereka, sehingga tidak jarang orang yang mungkin dulunya penyabar dapat berubah menjadi orang yang tidak sabaran akibat lingkungannya. Itu sebabnya, Anda tak bisa memastikan kepribadian seseorang menurut zodiak yang dimiliki.

Walaupun ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa kepribadian seseorang bisa dilihat menurut zodiak, belum ada bukti secara ilmiah yang menyatakan hal tersebut secara gamblang.

Friday, 6 September 2019

Seseorang yang Punya Teman Sedikit Jauh Lebih Bahagia, Ini Alasannya!

Seseorang yang Punya Teman Sedikit Jauh Lebih Bahagia, Ini Alasannya!

Seseorang yang Punya Teman Sedikit Jauh Lebih Bahagia, Ini Alasannya!

Seseorang yang Punya Teman Sedikit Jauh Lebih Bahagia, Ini Alasannya!

Bagi sebagian orang, punya banyak teman merupakan kebanggaan. Apalagi kalau mereka berasal dari berbagai latar belakang, daerah, suku dan budaya. Pasti akan semakin menyenangkan ketika berbagi pengalaman, main bersama hingga tukar pikiran. Tak bisa dipungkiri, ada banyak manfaat yang akan didapatkan ketika memiliki banyak teman.
Namun, ada juga yang justru nyaman dengan jumlah teman yang sedikit. Sebenarnya, jumlah bukanlah masalah dalam hal pertemanan. Paling utama adalah perihal kualitas yang dimiliki temanmu itu. Karena nyatanya banyak teman tak selalu menjamin kebahagiaan. Justru yang punya teman sedikit dianggap lebih bahagia, inilah alasannya.

1. Lebih Mudah Mempertahankan Persahabatan

sahabat
Kalau teman sedikit sih pastinya akan lebih mudah untuk dikumpulkan, tidak ribet apalagi banyak drama.
Hidup akan terus berjalan ke depan dan berpindah-pindah. Mungkin sekarang kamu bisa berkumpul bersama sahabat dan teman, namun suatu saat semua akan menempuh jalan masing-masing. Ada yang pindah, meniti karir di luar daerah hingga menikah. Jika seperti itu, akan sulit mempertahankan persahabatan dan kedekatan.

Apalagi jika temanmu sangat banyak, mustahil bisa menjaga kedekatan dengan semuanya. Kalau teman sedikit sih pastinya akan lebih mudah untuk dikumpulkan, tidak ribet apalagi banyak drama.

2. Pertemanan Lebih Berkualitas

teman berkualitas
Memiliki dua sahabat setia yang bisa saling memahami dianggap lebih berkualitasDibanding yang punya puluhan teman namun tak bisa saling mengerti, memiliki dua sahabat setia yang bisa saling memahami dianggap lebih berkualitas. Persahabatan yang dijalin lebih intim dan dekat layaknya keluarga. Ikatan batin juga lebih mudah tersambung sehingga bisa saling paham satu sama lain meski tak harus dikatakan.

3. Bisa Menikmati Banyak Hal

menikmati
Semakin sedikit teman kamu, maka semakin bisa menikmati banyak hal
Semakin banyak teman yang kamu miliki, maka semakin banyak waktu yang harus kamu sediakan untuk bersosialisasi dengan mereka. Misalnya rutin membalas di grup chatting biar tidak dikira sombong, atau ikutan hangout bareng biar bisa terus eksis. Akibatnya waktu untuk dirimu sendiri terus berkurang.

Iya, kamu jadi sulit menikmati hidupmu sendiri. Bukannya melarang untuk sosialisasi, seandainya kamu punya sedikit teman, waktu quality-time akan jauh lebih berasa. Baik untuk dirimu sendiri maupun ketika bersama sahabat.

4. Tidak Merasa Bersalah Saat Kamu Sibuk

sedikit
Membagi waktu juga lebih mudah dan fleksibel saat temanmu sedikit
Akan ada masanya ketika pekerjaan mengambil alih sebagian besar waktumu. Apalagi jika ada kesempatan untuk promosi jabatan, atau ingin mengembangkan karir, kesibukan bisa dua kali lipat lebih banyak. Jika temanmu banyak, akan sangat sulit untuk membagi waktu untuk setiap teman. Beruntung jika mereka mau mengerti kesibukanmu.

Akan lebih mudah jika temanmu sedikit. Membagi waktu juga lebih mudah dan fleksibel. Apalagi sahabat biasanya lebih mengerti dan memahami diri kita sehingga tak perlu khawatir ketika kesibukan tak bisa dihindari.
Nah itulah beberapa keuntungan yang akan kamu dapatkan jika punya teman sedikit. Sedikit teman terkadang menjadi hal yang harus kita syukuri. terlebih jika mereka bisa saling mengerti dan memahami satu sama lain.

So Sweet, 4 Hari Ketemu Langsung Tunangan, Bahagia di Usia Pernikahan Ke-60

Pasangan Lincolnshire Bernie dan June Spall, langsung tunangan setelah 4 hari ketemu. (Mirror)

So Sweet, 4 Hari Ketemu Langsung Tunangan, Bahagia di Usia Pernikahan Ke-60

So Sweet, 4 Hari Ketemu Langsung Tunangan, Bahagia di Usia Pernikahan Ke-60


Banyak orang tak percaya pada cinta pandangan pertama. Mereka menganggap mustahil bahwa kita bisa tahu orang itu tepat untuk kita hanya lewat pertemuan yang singkat.

Tapi hal tersebut ditepis lewat kisah pasangan Lincolnshire Bernie dan June Spall.

Keduanya bertunangan hanya empat hari setelah bertemu di sebuah pesta dan berdansa semalaman. Kini keduanya baru saja merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-60.

June, nenek berusia 81 tahun, percaya bahwa Bernie adalah lelaki yang cocok untuknya ketika mereka bertemu dalam sebuah pesta pada Oktober 1958.

"Saya tahu begitu saya melihat Bernie, saya akan menikah dengannya. Saya sedang memilah beberapa catatan untuk pesta bibi saya dan dia menawarkan bantuan. Itu adalah pendekatannya, dan selera humornya dia pertahankan hingga hari ini."

Dilansir dari Mirror, Bernie yang berusia 82 tahun ingat betul lagu apa yang tengah diperdengarkan saat pesta berlangsung. "Mami mendengarkan lagu dari Ruby Murray, Softly Softly, dan saya mengajarinya cara menari," timpal Bernie.

Bernie mengatakan mereka bertunangan pada 31 Oktober dan menikah pada Agustus tahun berikutnya karena June belum berusia 21 tahun saat itu.

Hingga usia pernikahan mencapai angka 60 tahun, pasangan asal Immingham, North East Lincs, tersebut masih tetap menari bersama. "Kami bersama dan hanya itu yang penting."

Ketika ditanya tentang rahasia pernikahan yang bahagia, Bernie mengatakan, "Ini semua tentang menerima dan menghormati perbedaan pasangan." So sweet banget, ya?